Di era global sekarang, persaingan dalam memperebutkan
kursi untuk menjadi seorang pemimpin sangat meluap. Satu per satu calon
pemimpin saling mempromosikan bahwa ia-lah orang yang pantas menjadi pemimpin. Apa
mereka semua tidak menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin sangatlah berat
pertanggung jawabannya??? Penjelasan itu semua sudah terdapat dalam Al Qur’an
dan khususnya pada surat Gafir ayat 47 dibawah ini.
“dan (ingatlah), ketika
mereka berbantah-bantahan dalam neraka maka orang yang lemah berkata pada
orang-orang yang menyombongkan diri, sesugguhnya kami dahulu adalah
pengikut-pengikutmu maka dapatkah kamu melepaskan sebagian (azab) api neraka
yang menimpa kami?” (QS. Gafir, 40:47)
Terjemahan dari ayat Gafir diatas yag menjelaskan bahwa sebenarnya
orang-orang didalam Neraka saling meminta pertolongan. Mengapa mereka Saling
meminta pertolongan??? Situasi didalam Neraka yang sangat panas lagi penuh
perdebatan sengit. Orang-orang yang lemah menyalahkan para pemimpin mereka. Mereka menuntut para pemimpin mereka untuk bertanggung jawab melakukan sesuatu
yang dapat menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Para pemimpin menjawab
bahwasannya mereka sama-sama tidak memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri
sendiri ataupun orang lain. Akhirnya, mereka menyeru para penjaga Neraka agar
penjaga-penjaga itu memohonkan keringanan kepada Allah dari siksaan yang
menimpa mereka. Akan tetapi, tetap saja kesalahan dan dosa mereka harus
dipertanggung jawabkan dengan siksaan yang sungguh-sungguh pedih dan berat. Maka
dari itu, tidakkah manusia telah diperingatkan jauh sebelum semua itu terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar